Beranda » Blog » 80 persen lamaran kerja sudah dibuang sebelum dibaca

80 persen lamaran kerja sudah dibuang sebelum dibaca

Dipublish pada 27 June 2015 | Dilihat sebanyak 271 kali | Kategori: Blog

80 persen lamaran kerja sudah dibuang sebelum dibaca

Khusus pada tulisan ini yang berjudul “80 persen lamaran kerja sudah dibuang sebelum dibaca“, penulis sengaja memberikan judul yang sensasional agar para pembaca blog kandeb.com menjadi penasaran, khususnya komunitas para pencari kerja (para job seeker) yang saat ini masih terus berjuang mencari pekerjaan untuk menata masa depannya.

Judul diatas adalah fenomena nyata yang banyak ditemui di seputar rekrutmen di banyak perusahaan besar, yang biasanya membuka lowongan kerja dengan space iklan yang relatif berukuran besar serta memiliki alamat tujuan PO BOX. Dari pancingan iklan besar tersebut biasanya berhasil menyedot ribuan surat lamaran berkarung-karung yang masuk ke meja HRD nya.

Bicara berkarung-karung memang menjadi renungan tersendiri, tapi kenyataannya memang seperti itu, satu posisi lamaran bisa diperebutkan oleh ratusan pelamar.

Dengan kondisi lamaran yang menggunung tersebut selanjutnya akan menjadi hari-hari yang panjang untuk para staf di bagian rekrutmen untuk mulai diproses. Satu persatu amplop lamaran yang masuk akan dipegang dan dibaca, disinilah peristiwa yang akan menjadi judul sensasional ini mulai menemukan korbannya, yup..80 persen surat lamaran yang masuk ke bagian HRD ternyata sudah harus disingkirkan atau dibuang sebelum sempat dibuka amplopnya. Ironis memang tapi itulah realita yang sering ditemui di banyak perusahaan besar.

Pernahkan anda membayangkan surat lamaran anda yang biasanya dikirim dengan foto diri dengan penampilan terbaik, arsip lamaran kerja dengan fotokopi kelas utama xerox, dikirim dengan layanan kelas utama “kilat khusus”, serta dengan percaya diri yang penuh optimis, ternyata hasil akhirnya di meja HRD lamaran kita termasuk daftar tumpukan antrian untuk masuk ke mesin penghancur kertas.

“kenapa sampai perlu dimasukkan ke mesin penghancur kertas, bukankah itu menambah pekerjaan?”, komentar beberapa pembaca yang mulai merasa surat lamarannya termasuk daftar tunggu tumpukan lamaran bermasalah.

Masalah umum dan utama yang sering terjadi adalah :

1. Pelamar menunda pengiriman lamarannya sehingga hadir di meja HRD tidak lebih cepat dibandingkan kompetitor sesama pelamar yang sudah lebih dulu hadir, ditunjang dengan kebutuhan HRD yang menginginkan posisi lamaran yang kosong untuk bisa segera diisi secepat mungkin.

2. Lamaran kerjanya tidak memiliki tujuan posisi yang jelas untuk dilamar, sehingga ini membuat bagian HRD berpikir praktis langsung membuangnya, toh masih ada tumpukan lamaran kerja yang setinggi gunung yang perlu segera diproses.

Setelah membaca 2 sumber utama diatas, pasti anda terbengong-bengong karena bukan sekedar terlambat mengirim atau tidak jelas posisi yang dilamar tapi cara berpikir untuk siap bersaing di dunia kerja hampir bisa dipastikan belum sama sekali dimiliki oleh pelamar tersebut.

Selanjutnya perusahaan besar yang membuka lowongan dan menghasilkan tumpukan surat lamaran yang menggunung tidak mau mengambil resiko membuang sisa surat lamaran ke sembarang tempat atau menyuruh office boy nya untuk menjual kertas-kertas tersebut di tukang loak, karena mereka tidak mau mengambil resiko jika suatu hari seorang pelamar akhirnya protes saat menerima bungkus kacang rebus yang memakai kertas CV atau lampiran keterangan kerjanya.

lalu apa yang harus dilakukan oleh para pencari kerja jika tidak ingin hal buruk tersebut terjadi. Gampang saja, jika lowongan kerja muncul di koran pada hari sabtu, sebisa mungkin kirim lamaran anda pada hari itu juga agar pada hari senin surat lamaran kerja sudah bisa sampai di meja HRD.

Lalu untuk poin kedua dari petaka tersebut, agar lamaran anda tidak menjadi bungkus kacang adalah buat atau tulis tujuan posisi yang jelas di AMPLOP lamaran.

apakah hanya itu yang harus dilakukan agar lamaran para pencari kerja bisa dibaca atau setidaknya dibuka oleh HRD?

Tentu bukan hanya itu saja, hehe…penulis masih memiliki “ilmu sakti” agar lamaran kerja anda PASTI dibaca oleh HRD dan mungkin hanya lamaran anda yang dibaca dari tumpukan lamaran pencari kerja yang lainnya dan mungkin anda bisa diterima JIKA kualifikasi anda sesuai dengan yang dicari oleh perusahaan, jika tidak sesuai, ya terpaksa pihak HRD mencari lamaran kerja lain yang ada di mejanya.

Tapi tidak di artikel ini, penulis memberikan “ilmu sakti” tersebut namun di artikel dengan judul yang lain. Oleh karena itu selalu visit blog kandeb.com atau subscribe email anda di kolom “subscribe via email” agar tidak ketinggalan informasi penting tersebut, hehe…

baca juga :

 

 

Bagikan informasi tentang 80 persen lamaran kerja sudah dibuang sebelum dibaca kepada teman atau kerabat Anda.

Belum ada komentar

Mungkin Anda tertarik dengan properti berikut ini:

Hasanah City Bandung...

Rumah Dijual di Bandung
Rp 170.000.000

Cikarang Islamic Village...

Rumah Dijual di Cikarang
Rp 150.000.000

Hasanah Tower Sentul Bogor...

Apartment Dijual di Bogor
Rp 290.000.000

Kampung Buah Cikalong Villa & ...

Rumah Dijual di Cikalong
Rp 55.000.000
SIDEBAR
Jual beli rumah jadi mudah & cepat. Hubungi kami!