Dompet Digital, Transaksi Tanpa Kartu dan Uang Tunai Jauh Lebih Praktis

dompet digital

Dompet digital kini semakin gencar dipromosikan dan memberikan berbagai cashback setiap melakukan transaksi di merchant tertentu (dengan minimal pembelian).

Para pemburu promo sangat menyukai jenis transaksi tersebut karena merasa terbantu di hari tua tetap bisa merasakan belanja “hemat”.

Semakin modern zaman dan menyebarnya internet hingga pelosok dapat mengubah pemikiran kita dalam melakukan apapun termasuk transaksi belanja atau transkasi keuangan lainnya.

Ingat bukan zaman yang mengikuti kita tapi kitalah yang wajib bisa beradaptasi untuk dapat bertahan di era teknologi ini.

Anda bisa tersisih dari lingkungan masyrakat, pertemanan, bila tidak mampu beradaptasi apalagi kalau wirausahawan hanya menggunakan cara lama kemungkinan bisnisnya bertahan hanya 50%.

Jadi masih ada yang “alergi” di era 4.0? Ubahlah mindset anda secepatnya dan mulai menerima perubahan.

Teknologi sangat mempengaruhi aspek kehidupan kita salah satunya adalah dulu mau pinjam uang cukup sulit jadi harus mengandalkan keluarga atau rentenir dengan bunga super tinggi walaupun tanpa jaminan.

Revolusi Industri 

pengertian dompet digital menurut para ahli

Sebelum membahas era 4.0 tentang dompet digital dan persiapan era 5.0, kita perlu menjelaskan tentang apa itu revolusi industri itu dan dimulai sejak tahun berapa?

Revolusi indusri ternyata dimulai sejak abad ke-18 saat masyarakat pertanian berpikir lebih maju, mulai ditemukannya mesin uap, listrik dan penemuan lainnya yang menggemparkan dan mengubah masyarakat secara keseluruhan dalam beraktivitas.

Suatu kondisi dimana aspek kehidupan hampir secara keseluruhan mengalami perubahan secara signifikan.

Dibawah ini adalah beberapa revolusi industri yang patut diketahui sebab itu merupakan gerbang menuju era digital.

  1. Revolusi Industri 1.0

Dahulu orang-orang lebih mengandalkan otot, tenaga angin dan air  untuk membuat barang dan jasa. Keterbatasan tenaga tersebut mempersulit orang pada zaman itu untuk memproduksi lebih banyak barang dan karena energi tersebut mempunyai keterbatasan sehingga hasilnya tidak maksimal.

Tenaga otot mempunyai batasan sendiri kalau kita paksakan bekerja selama 24 jam penuh maka ada bagian-bagian yang tersa kaku dan sakit.

Hingga pada tahun 1776 James Watt menemukan mesin uap yang membantu masyarakat memproduksi barang dengan lebih efisien dan biaya terjangkau.

  1. Revolusi Industri 2.0

Abad ke-20 produksi memang sudah cukup berkembang dan tenaga otot sudah tidak terlalu terpakai. Tetapi muncullah kendala lain yaitu dari segi transportasi untuk mengangkut barang berat apalagi pabrik-pabrik cukup luas dan untuk melakukan pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lain dibutuhkan alat transportasi mobil.

Perakitan untuk 1 mobil bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan karena setiap karyawan diharuskan mengerjakan keseluruhan bagian mobil belum ada spesialis masing-masing bagian.

Tahun 1913 munculah alat “ban berjalan” untuk memudahkan proses produksi sehingga merubah total sistem kerja.

Tidak ada lagi karyawan yang menyelesaikan pekerjaan dari awal sampai akhir sendiri karena sudah dibagi sesuai porsi masing-masing.

  1. Revolusi Industri 3.0

Pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh manusia tapi di era ini malah digantikan oleh mesin dan robot. Ini merupakan gerbang sebelum memasuki zaman digitalisasi.

Sebagian aktivitas perbankan atau aktivitas transaksi keuangannya mulai bisa dilakukan secara online walaupun internet belum tersebar menyeluruh.

Perekapan dokumen yang berlembar-lembar sudah tidak mulai berlaku karena sudah hadir komputer untuk menyimpan file penting dalam skala besar tanpa harus memakan banyak ruang atau tempat.

Baca Juga : Fintech Danafina Targetkan Salurkan Pinjaman Rp 100 Miliar

Transkasi pinjaman dana juga perlahan berubah ke arah modern dan praktis pertama anda dapat mengunjungi salah satu website pengajuan dana online kandeb dan klik nomor telepon yang tertera untuk permohonan dana menggunakan beberapa agunan salah satunya adalah BPKB motor.

Masih bingung mengenai pembayaran angsurannya melalui apa? Anda bisa membayar via transfer melalui Mbanking, Ebanking, alfamart, indomaret atau kantor pos.

Karena belum meratanya sambungan internet sehingga pemahaman mengenai pembiayaan online masih belum terasa manfaatnya.

  1. Revolusi Industri 4.0

Revolusi ini dianggap oleh beberapa kebanyakan orang dari berbagai belahan dunia mampu meningkatkan kemampuan ekonomi bahkan tak terbatas.

Tak terbatas seperti apa maksudnya? Pengiriman barang sudah bisa sampai negara belahan manapun tanpa adanya batasan.

Pembayaran bisa menggunakan uang elektronik tanpa perlu bawa uang tunai berlebih sampai membuat dompet terlihat “gemuk”.

Hadirnya dompet digital memberikan efek negatif dan positif tapi penjelasannya tidak akan dibahas di poin ini.

Bukan jamannya lagi mengantri jauh-jauh untuk pengajuan dana cukup mengandalkan smartphone canggih anda sudah dapat mengajukan.

Lapar tengah malam pesan makanan via aplikasi saja lebih cepat daripada harus keluar tengah malam cukup berbahaya apalagi untuk wanita.

Dompet Digital di Era 4.0

dompet digital terbaik

Dampak negatif dan positif dari fasilitas ini bisa anda rasakan secara langsung, jika terlalu terlena berbelanja menggunakan dompet digital saat akhir bulan malah jatuh miskin karena pengelolaanya yang salah.

Ada saran terbaik agar anda tetap bisa hidup enak tanpa harus pelit yaitu memanfaatkan cashback yang diberikan merchant apa saja.

Orang jaman sekarang sudah malas bila harus membawa uang tunai takut menjadi pusat perhatian bahkan sasaran kejahatan. Sehingga lebih menyukai transaksi menggunakan uang elektronik.

Dampak Positif dan Negatif Dompet Digital

Dampak Positif dan Negatif Cashless Society

Berikut adalah dampak positif dan negatif menjadi bagian cashless society :

Positif

  • Tidak Perlu Membawa Uang Terlalu Banyak
  • Kartu Hilang Bisa Langsung Hubungi Call Centre
  • Pembayaran Angsuran Apapun Lebih Tepat Waktu
  • Prosesnya Cepat dan Mudah
  • Resiko Mendapatkan Uang Tunai Rusak Kecil

Negatif

  • Boros
  • Mengandalkan Daya Tahan Baterai Smartphone
  • Belum Semua Tempat Menggunakan Dompet Digital atau Pembayaran via Kartu
  • Bila Ceroboh Resiko Kehilangan Ponsel Cukup Besar

Sudah Siapkah Kalian Masuk ke Era 5.0?

revolusi digital 5.0

Era tersebut berpusat pada kemajuan ekonomi dan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang terhubung antara dunia nyata dan dunia maya (internet).

Teknologi sudah menjadi bagian dari manusianya itu sendiri, revolusi 5.0 merupakan gabungan antara revolusi 1.0 – 4.0.

Internet bukan lagi hanya untuk mencari informasi tetap tempat anda beraktivitas atau bekerja. Bekerja di zaman sekarang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa harus pergi ke kantor.

Anda juga bisa membayar patungan bill bila tidak punya cash atau tidak membawa kartu dengan dompet digital karena bisa transfer ke sesama pengguna aplikasi.

Negara jepang bahkan sudah bersiap diri menyambut era 5.0 seluruh masyarakat jepang dari berbagai kalangan diupayakan untuk turut aktif.

Seperti kita ketahui dari segi teknologi jepang dapat dibilang selalu menjadi terdepan ketika negara kita baru menyambut era 4.0 dan 4G. Jepang justru sudah siap dengan “zaman super modern” serta dari segi internet sudah 5G.

Tapi ternyata walaupun bisa dibilang terdepan mereka sempat tertinggal jauh dari segi pembayaran, sebab orangtua di negara itu lebih menyukai pembayaran dengan uang tunai fisik. Ini merupakan tantangan terbesar mereka untuk menerapkan pembayaran menggunakan uang elektronik.

Bagaimana dengan negara kita? Sudah siapkah anda menyambut era super modern ini nanti? Perlu dana cepat dengan transaksi online hubungi kami kapanpun dan dimanapun data dijemput dan cepat cair!

salam cair dari kami!

kandeb
WhatsApp Chat Saja