Non Performing Loan adalah Penentu Kesehatan Aset Perbankan?

non performing loan adalah

Non Performing Loan adalah indikator kesehatan harta/aset suatu lembaga keuangan. Indikator tersebut berupa rasio keuangan pokok yang mampu memberikan penilaian atas kondisi permodalan, rentabilitas, risiko kredit, risiko pasar dan terakhir adalah likuiditas.

Biasanya NPL yang digunakan ialah Non Performing Netto (sudah disesuaikan). Penilaian kualitas aset sendiri merupakan penilaian terhadap keadaan aset bank serta kecukupan manajemen risiko kredit.

NPL bisa mengindikasikan kesehatan kredit di bank, bila tidak segera diatasi maka bank akan mengalami kerugian besar.

Untuk itu bank selalu memperketat pengajuan calon nasabah untuk menghindari kerugian, jadi tidak perlu heran bila pengajuan setiap konsumen harus melalui tahapan BI Checking, proses lama dan berkas yang diberikan cukup banyak dan rumit.

Tidak semua memahami NPL, hanya sebagian orang saja yang mengerti untuk itu kali ini kami akan membahasnya.

Jadi Inti dari Non Performing Loan Adalah .. ?

cara menghitung persentase npl

Intinya adalah penentu apakah kondisi keuangan atau aset bank tersebut sehat / mengalami kredit macet dikarenakan nasabah selalu mengalami keterlambatan bayar serta enggan bertanggung jawab dengan pengajuan dana yang dilakukan. Dampak yang akan lembaga keuangan terima yaitu kekurangan modal dan collapse.

Jika lembaga keuangan mengalami kebangkrutan apa yang akan terjadi dan yang terkena dampaknya siapa saja?

pertama adalah calon nasabah yang ingin mengajukan pinjaman dan untuk modal usaha, kalaupun pihak bank sudah mengetahui ada tanda-tanda mengalami kebangkrutan maka penyeleksian calon nasabah super ketat.

Mereka akan langsung menolak pengajuan dana bila calon nasabah tersebut BI Checkingnya sangat tidak bagus.

perekonomian negara akan lempuh total bila segera ditangani. Tapi tidak perlu khawatir kandeb masih bisa bantu proses tanpa BI Checking.

Riwayat pembayaran kredit nasabah dilihat dari apa saja?

Kolektibilitas Kredit merupakan acuan untuk pengaju agar diterima permohonan dananya di bank. Orang masih banyak menganggap remeh mengenai hal ini.

Mereka menganggap pengajuan uang tunai di Bank cepat dan mudah, padahal belum tentu. Karena banyak tahapan yang harus mereka lalui.

Kolektitibilitas merupakan klasifikasi status pembayaran angsuran beserta bungannya di tempat lain.

Baca Juga : Perbedaan Hutang dan Piutang? Apakah Sudah Paham?

Bank Indonesia telah mengatur mengenai perihal kriteria nasabah yang sudah tercantum pada peraturan (BI) No. 7/2/PBI/2005 tentang Penilaian Aktiva Bank Umum.

Acuan BI mengenai kualitas nasabah adalah sebagai berikut :

  1. Prospek Bisnis
  2. Performance Nasabah
  3. Kemampuan Bayar

Bank akan meninjau lebih detail mengenai ketiga hal tersebut. Dengan klasifikasi itu, Bank bisa mengetahui kualitas para pengaju baik/buruk, selain itu ada faktor lain lagi. Kira-kira apa ya?

Kita ulas 3 poin itu terlebih dahulu, Pertama ada prospek bisnis yang dilihat adalah pertumbuhan bisnis, kondisi market, kualitas manajemen, dukungan grup / relasi, hingga bagaimana calon nasabah memperhatikan lingkungannya.

Kedua, performance nasabah analisis Bank akan menganalisa perolehan profit atau laba, struktur permodalan, arus kas, hingga sensivitas terhadap risiko market.

Ketiga, kemampuan bayar yang dilakukan adalah mengecek riwayat pembayaran nasabah selama mengajukan kredit ditempat lain, selalu tepat waktu atau tidak, keakuratan informasi atau data diri nasabah, kelengkapan segala dokumen jika tidak lengkap pengajuan tertolak.

Kembali ke topik Non Performing Loan adalah sesuatu hal yang bisa dibilang menakutkan apabila NPL terlalu tinggi. Semakin tinggi NPL, maka diatas 5%, maka sudah masuk kategori tidak sehat. NPL tinggi, menyebabkan menurunya laba Bank.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi NPL

rumus npl adalah

Berikut adalah faktor-faktornya :

Itikad Baik Debitur

Mampu membayar tepat waktu membuat pihak bank tentu sangat senang, tapi kan tidak semua orang mempunyai uang dalam rentang waktu yang sama? atau bisa juga karena ada kebutuhan mendesak.

Kecuali memang nasabah tersebut sudah mempunyai dana darurat sendiri agar uang pembayaran cicilan tidak bisa diutak-atik.

Kita kan tidak pernah tau kondisi perkenomian setiap orang, benar tidak?

Pengajuan pinjaman di Kandeb, semua mudah asal anda koperatif karena sulit membantu proses konsumen yang tidak mengikuti prosedur sejak awal apalagi kalau mempunyai etika buruk.

Sebagai pengaju dana memang wajib membayar cicilan angsuran karena sejak awal pasti sudah dipikirkan baik-baik.

Biasanya mereka malu meminjam kepada orang tua dan teman karena tidak ingin merepotkan dan salah satu solusinya memang mengajukan pinjaman dana ke tempat lain seperti www.kandeb.com segala prosedurnya mudah. Dan sekarang untuk anda yang tidak mempunyai agunan BPKB bisa manfaatkan gadai elektronik.

Kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia

kebijakan pemerintah mengenai npl

Ini juga sangat mempengaruhi tinggi rendahnya NPL suatu perbankan, bila setiap kebijakan berubah-rubah hal ini di khawatirkan membuat goncangan ekonomi. Memang perubahan kebijakan mempunyai tujuan ke arah yang lebih baik tapi jika terus berubah-ubah bagaimana?

Salah satu contohnya adalah kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM, akan menyebabkan perusahaan pengguna BBM dalam setiap kegiatan produksinya bisa membutuhkan dana tambahan yang tak sedikit.

Dana itu diambil dari laba yang dianggarkan untuk pembayaran cicilan hutang demi memenuhi atau menutupi biaya produksi.

Akibatnya perusahaan sulit membayar utang-utangnya kepada Bank. Demikian juga dengan peraturan-peraturan Bank Indonesia mempunyai pengaruh secara langsung maupun tidak terhadap NPL Bank.

Contoh. jika BI menaikkan rate atau suku bunga otomatis suku bunga kredit ikut mengalami kenaikan dengan sendirinya dan mengubah kemampuan nasabah dalam melunasi cicilan.

Kondisi Perekonomian Negara

Pengaruhnya sangat besar terhadap kemampuan orang untuk membayar semua cicilan perbulan sampai lunas.

Indikator ekonomi makro yang dapat mempengaruhi Non Performing loan adalah sebagai berikut :

Inflasi

Kenaikan harga secara keseluruhan dan terus menerus. Tingginya inflasi dapat menyebabkan kemampuan nasabah melunasi kredit.

Kurs Rupiah

pengertian non performing loan adalah

Kenapa bisa berpengaruh? karena segala kegiatan perbankan para nasabah tidak hanya bersifat nasional melainkan international.

Kembali kepada fungsi utama bank untuk menghimpun dan menyalurkan dana dari dan untuk rakyat.

Setiap lembaga keuangan harus mempunyai manajemen yang baik, salah satunya dengan mengurangi risiko pengaju gagal bayar sehingga macet membuat bank tidak sehat.

Risiko utama yang kelak menjadi ancaman yaitu, risiko kredit, pasar, operasional, likuiditas (sempat disinggung di awal).

Apa yang dimaksud dengan risiko kredit? Kegagalan bayar oleh para peminjam, menyebabkan munculnya kredit forward /  derivatif, dan kredit macet.

Risiko pasar timbul karena perubahan suku bunga dan nilai tukar uang, Risiko operasional menyangkut masalah faktor sistem, baik itu terkait dengan teknologi yang dimanfaatkan atau faktor penggunanya (manusia).  Ada risiko lain tambahan seperti risiko reputasi, strategik, hukum dan kepatuhan.

Regulator / pembuat kebijakan harus membuat aturan yang mengatur kecukupan modal serta likuidasi.

Itulah kunci utama dari kesehatan perbankan dapat tetap terjaga, jangan ragu dan heran kalau peraturan bank dari waktu ke waktu semakin banyak dan sulit dalam pengajuan dana semua itu untuk menekan NPL.

Tidak perlu jauh-jauh pengajuan dana hubungi tim sales kami di www.kandeb.com, kami siap bantu para pengaju dari sabang sampai merauke dan salam cair.

Jadi bisa disimpulkan bahwa Non Performing Loan adalah tolak ukur dunia perbankan dan semakin tinggi NPL mengindikasikan aktivitas perbankan tak sehat.

kandeb
WhatsApp Chat Saja