Beranda » Tips Penting

Tips Penting


Tips Cara Belanja di Internet Secara Aman Agar Tidak Kena Tipu

Bagi sebagian orang berbelanja di internet bukan hal yang biasa. Cara belanja online memberikan kemudahan dalam mencari produk yang diinginkan, tidak repot, hemat waktu, bahkan tidak jarang hemat biaya juga. Perilaku orang berbelanja secara online dicoba dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan dengan jalan yang tidak halal oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dengan banyaknya kasus penipuan lewat media penjualan online, tidak jarang calon buyer potensial mengurungkan niatnya untuk melakukan pembelian di internet. Ujung-ujungnya, tidak hanya buyer yang kena tipu aja yang dirugikan, tapi juga para seller online yang jujur pun akan kena dampaknya -terlepas dikit banyaknya ya. Tidak terkecuali saya, (mungkin) bisa kena dampak akibat dari ketidakpercayaan calon buyer (selanjutnya saya sebut konsumen) potensial. Saya sendiri juga mulai jengah dengan pertanyaan “Anda bisa dipercaya kan?” atau “Barang pasti dikirim kan pak?” oleh karena itu, saya ingin menulis artikel ini untuk anda semua, untuk mengurangi resiko anda kena hoax (baca : penipuan).

 

Tips Cara Berbelanja di Internet (Online)

  1. Kumpulkan semua informasi dari seller, terus cari di internet. Anda bisa menggunakan seacrh engine google untuk mendapatkan informasi mengenai si seller, baik barang yang dijual, nama, alamat, no telpon, dst. Pokoknya terserah, apa saja yang bisa digunakan untuk mendapatkan informasi. Usahakan baca sampai dengan selesai.
  2. Jika ada pertanyaan mengenai si seller, misalnya kok ada nada miring silahkan saja ditanyakan ke seller. Dan untuk penyeimbang, tentunya anda bisa menanyakan ke orang atau pihak lain atau forum guna mendapatkan informasi yang terang benderang.
  3. Jika hasil pencarian anda nihil karena ketiadaan informasi mengenai si seller, sudah sepatutnya anda berhati-hati Kalau anda ngotot ingin barang/ jasa yang ditawarkan si seller, misal karena lihat harga yang murah maka pilihlah transaksi yang aman. Transaksi tersebut bisa dilakukan dengan media COD (Cash On Delivery) atau Rekening Bersama (RekBer). saya pikir, pastilah si seller mau dengan sistem tersebut terutama jika si seller itu newbie dan sedang berusaha membangun reputasi.

Mungkin sementara itu dulu. Lain waktu kalau ada ide atau kasus baru akan saya tambahkan. Yang jelas, sementara ini, 3 pokok di atas sudah cukup mewakili. Besar harapan, artikel ini dapat berguna bagi semua pihak, khususnya para potential buyer

  1. Mencantumkan kontak yang jelas, baik phone, ym, email dlsb – tentunya yang tidak bermasalah. lebih baik ada alamat offlinenya, sehingga bisa di cek kebenarannya. Kalau anda di luar daerah si seller, bisa meminta tolong teman, kakak, adik, bapak, nenek, dst untuk mengecek apakah alamat tersebut ada alias tidak fiktif dan orangnya atau si seller tinggal ditempat tersebut.
  2. Memiliki reputasi yang baik yang ditunjukan dengan testimonial dan feedback yang baik dari konsumennya. Semakin banyak testimoni dan feedback nya menunjukan sellernya oke

Jangan lupa, kalau traksaksi lancar..akan lebih baik memberikan si seller feedback atau testinya. memang benar anda melunasi “kewajiban” anda. Tp Tidak ada salahnya memberikan testimoni. Minimal sebagai satu penghargaan buat kejujuran dia.

 

Berikut Ciri-Ciri Seller Hoax (PENIPU)

  1. Ketika hasil pencarian menunjukan sesuatu yang janggal, misal antara no telpon yang di kasih seller dengan lokasinya beda (bisa search di HLR), cukup besar kemungkinan si seller hoax
  2. Alamat fiktif. Ketika di cek, anda bingung di lapangan ternyata tidak ada alamat yang di kasih oleh seller

 

In the last paragraph, use your brain, sebenarnya tidaklah terlampau sulit untuk menentukan seller itu hoax atau tidak. Pelajari dengan seksama. Tidak rasional, anda mesti bertanya-tanya dan pasang kuda-kuda kehati-hatian.

Maraknya penipuan online kadang buat kita geram bukan?
walau sudah banyak jasa rekber, namun masih saja banyak teman teman lainnya terjebak oleh “tuti / tukang tipu”.

 

Pertolongan Pertama Para Korban tipu:
-Anda setelah kena tipu,langsung kontak HALO BCA,
-Cerita kan kronologisnya secara detail,
-maka rekening orang tersebut langsung diblokir sementara.
-setelahnya, anda datang ke kantor kepolisian,buat surat bahwa anda kena tipu dari dipelaku,dan setelah surat dan berkas2 lainnya keluar.
-Segera ke kantor cabang BCA terdekat.
-Maka rekening tersebut diblokir selamanya
-Kalau anda tidak bertindak maksimal 2×24 jam. Rekening si pelaku akan terbuka lagi.
Sekian untuk info daruratnya

 

Melacak Penipu Online & Daftar Rekening Bank Penipu

  • Anda pernah bertransaksi online ?
  • Apakah anda pernah mengalami penipuan dalam transaksi online anda ?

Jika begitu keadaannya, coba simak tips dari saya agar nanti anda tidak tertipu lagi dengan penipuan online.

Secara teknis jika kita menjadi korban penipuan kita bisa melacak IP yang digunakan oleh penipu. Tetapi jika penipu sudah profesional tentunya ia sudah mengetahui hal ini dan sudah melakukan pencegahan untuk mengaburkan jejaknya.

Secara teknis, identitas seseorang dapat ditemukan dari IP yang digunakan untuk berinternet ditambah dengan informasi waktu (kapan dia menggunakan IP tersebut).

Pemilik IP (biasanya Internet Service Provider/ISP) memiliki catatan IP tersebut diberikan kepada pelanggan yang mana dan juga memiliki log/data akses IP tersebut. Namun untuk mendapatkan data tersebut Anda harus mendapatkan izin polisi dan ISP tidak akan mau memberikan data tanpa surat keterangan polisi, karena hal ini menyangkut kerahasiaan/privasi pelanggannya.

Nah, jika anda kesulitan melakukan itu semua, maka saran saya hati-hati saja sebelum melakukan transaksi online.

Orang bilang lebih baik “sedia payung sebelum hujan”. Hal itu berlaku pula dalam transaksi jual beli online.

Cara Penyidik Melacak Pelaku Penipuan dalam Jual Beli Online

Di zaman sekarang ini banyak orang yang berbisnis, berdagang via online (Facebook, Twitter, dll.). Kalau seandainya ada kasus penipuan, contoh: sudah sepakat untuk transaksi, begitu uang ditransfer ke rekening tertentu, tetapi barang tidak dikirim, diberikan, bisakah penjual barang tersebut dipidana? Bagaimana caranya? Apa dasar hukumnya? Terima kasih.

Tiffanda

Jawaban:

Teguh Arifiyadi, S.H., M.H.

Jawabannya, BISA. Langkah pertama, Anda melaporkannya kepada Aparat Penegak Hukum (“APH”) disertai bukti awal berupa data/informasi elektronik dan/atau hasil cetaknya. Jika kasus tersebut ditindaklanjuti oleh APH dalam sebuah proses penyelidikan/penyidikan, maka APH akan menelusuri sumber dokumen elektronik tersebut. Dalam praktiknya, biasanya pertama-tama APH akan melacak keberadaan pelaku dengan menelusuri alamat Internet Protocol (“IP Address”) pelaku berdasarkan log IP Address yang tersimpan dalam server pengelola web site/homepage yang dijadikan sarana pelaku dalam melakukan penipuan.

Permasalahannya adalah, APH akan menemui kesulitan jika web site/homepage tersebut pemiliknya berada di luar wilayah yurisdiksi Indonesia (seperti facebook, google, twitter, yahoo, dll.). Meskipun saat ini APH (polisi maupun Penyidik Pegawai Negeri Sipil/PPNS Kementerian Komunikasi dan Informatika) telah bekerja sama dengan beberapa pengelola website/homepage di luar wilayah Indonesia, dalam praktiknya tidak mudah untuk mendapatkan IP address seorang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana dengan menggunakan layanan web site/homepage tertentu. Hal ini disebabkan adanya perbedaan prosedur hukum antar-negara. Meskipun pemerintah antar-negara melalui aparat penegak hukumnya telah membuat perjanjian Mutual Legal Asistance (“MLA”) atau perjanjian bantuan hukum timbal balik, pada kenyataannya MLA tidak serta merta berlaku dalam setiap kasus yang melibatkan antar-negara. Permasalahan yurisdiksi inilah yang seringkali menjadi penyebab tidak dapat diprosesnya atau tertundanya penyelidikan/penyidikan kasus-kasus cyber crime.

Perlu diingat juga, bahwa dalam banyak kasus, meskipun APH telah berhasil melacak sebuah IP address terduga pelaku, tidak mudah begitu saja mengetahui identitas dan posisi pelaku. Dengan banyak teknik canggih, pelaku bisa dengan mudah menyamarkan alamat Internet Protocol, memalsukan alamat Internet Protocol, atau bahkan mengecoh APH dan korban dengan cara menggunakan alamat Internet Protocol yang berasal dari luar negeri.

Apabila identitas penjual/pembeli yang diduga melakukan penipuan telah diketahui, langkah APH selanjutnya adalah membuktikan secara teknis perbuatan tersebut. APH akan menyita semua Dokumen/Informasi Elektronik yang diduga terkait perbuatan tersebut guna kepentingan penyidikan sampai dengan persidangan.

Jika kita sebagai korban, tentu kita tidak perlu pesimis terhadap kemungkinan terungkapnya kasus tersebut, karena saat ini sudah banyak kasus penipuan secara online yang telah berhasil diselesaikan oleh Aparat Penegak Hukum di Indonesia.

 

Perlakuan Hukum

Penipuan secara online pada prinisipnya sama dengan penipuan konvensional. Yang membedakan hanyalah pada sarana perbuatannya yakni menggunakan Sistem Elektronik (komputer, internet, perangkat telekomunikasi). Sehingga secara hukum, penipuan secara online dapat diperlakukan sama sebagaimana delik konvensional yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”).

Dasar hukum yang digunakan untuk menjerat pelaku penipuan saat ini adalah Pasal 378 KUHP, yang berbunyi sebagai berikut:

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.”

Sedangkan, jika dijerat menggunakan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”), maka pasal yang dikenakan adalah Pasal 28 ayat (1), yang berbunyi sebagai berikut:

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

 Ancaman pidana dari pasal tersebut adalah penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar (Pasal 45 ayat [2] UU ITE). Lebih jauh, simak artikel Pasal Untuk Menjerat Pelaku Penipuan Dalam Jual Beli Online.

Untuk pembuktiannya, APH bisa menggunakan bukti elektronik dan/atau hasil cetaknya sebagai perluasan bukti sebagaimana Pasal 5 ayat (2) UU ITE, di samping bukti konvensional lainnya sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Bunyi Pasal 5 UU ITE:

(1) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.

(2) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia

Sebagai catatan, beberapa negara maju mengkategorikan secara terpisah delik penipuan yang dilakukan secara online (computer related fraud) dalam ketentuan khusus cyber crime. Sedangkan di Indonesia, UU ITE yang ada saat ini belum memuat pasal khusus/eksplisit tentang delik “penipuan”. Pasal 28 ayat (1) UU ITE saat ini bersifat general/umum dengan titik berat perbuatan “penyebaran berita bohong dan menyesatkan” serta pada “kerugian” yang diakibatkan perbuatan tersebut. Tujuan rumusan Pasal 28 ayat (1) UU ITE tersebut adalah untuk memberikan perlindungan terhadap hak-hak dan kepentingan konsumen. Perbedaan prinsipnya dengan delik penipuan pada KUHP adalah unsur “menguntungkan diri sendiri” dalam Pasal 378 KUHP tidak tercantum lagi dalam Pasal 28 ayat (1) UU ITE, dengan konsekuensi hukum bahwa diuntungkan atau tidaknya pelaku penipuan, tidak menghapus unsur pidana atas perbuatan tersebut dengan ketentuan perbuatan tersebut terbukti menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Delik khusus “penipuan” dalam UU ITE, baru akan dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Revisi UU ITE yang saat ini dalam tahap pembahasan antar-kementerian.

Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.      Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht, Staatsblad 1915 No 73)

2.      Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana

3.      Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

 

Adukan Penipuan Online Ke cybercrime@polri.go.id

Adukan Penipuan Online Ke cybercrime@polri.go.id – Apakah anda termasuk orang yang terkena penipuan online, atau penipuan jual beli online? Sekarang anda bisa melaporkannya ke polri melalui email cybercrime@polri.go.id.

Sesuai dengan janji Polisi untuk mengusut tuntas tindakan ciber crime yang berupa penipuan secara online, maka pihaknya telah menyediakan salah satu alternatif untuk melakukan pelaporan langsung ke email yang telah disediakan.

Anda bisa mengirim email pengaduan penipuan online ke cybercrime@polri.go.id, dengan menyertakan nama lengkap, alamat dan kronologis penipuan online yang anda alami.

“Dalam laporan jangan lupa sertakan nomor rekening penipu dan telefon agar segera dilacak,” kata Aswin, Jakarta, Selasa (26/2/2013). (Okezone.com)

Melalui nomor rekening ataupun nomor telepon pelaku, polisi akan lebih mudah melacak posisi pelaku penipuan online dan menindak lanjutinya.

 

Cara Melaporkan Online Shop Penipu Kepada Polisi

Cara Melaporkan Online Shop Penipu Kepada Polisi – Saat ini merupakan era teknologi dan segala sesuatu sudah berjalan secara Online, Contoh saja jika membeli barang kini tidak harus repot-repot. Kita tinggal mencari saja situs yang menjual Produk yang ktia sukai dan bisa memesan secara Online, Pada umumnya barang itu akan dikirim melalui Jasa Pengiriman yang sekarang telah banyak jumlahnya.

Barang yang bisa dipesan secara Online umum nya akan datang dalam 1-2 hari kerja bagi anda yang berlokasi di kota sedangkan kalau anda berdomisili di kabupaten akan memakai 3-5 hari kerja tergantung jarak kota anda.

Dengan semakin maraknya Penjual Online atau yang biasa disebut Online Shop maka hal ini sering dimanfaatkan oleh oknum penjual online yang tidak bertanggung jawab atau penipu. Kini marak sekali terjadi ciri-ciri nya yaitu menawarkan Gadget dengan harga yang sangat murah, tiket pesawat yang murah serta berbagai produk dengan potongan harga yang menggiurkan dari harga normal nya. Tentulah diperlukan analisa dari pembeli yang akan membeli barang dari Online Shop agar lebih teliti dan hati-hati. Jangan hanya tergiur oleh harga yang rendah.

Bagi anda yang pernah menjadi korban penipuan Online Shop kini anda tidak perlu Khawatir karena Kepolisian Indonesia telah membentuk satu tim yang khusus akan menyelidiki Penipuan Online atau disebut Cybercrime. Marilah jika anda pernah mengalami pengalaman yang dirugikan segera lapor saja kepada kepolisian agar para penipu bisa segera ditangkap dan tidak memakan korban lainnya.

TIPS MEMBELI PROPERTI UNTUK INVESTASI

Investasi di bisnis properti memang sangat menjanjikan dan dapat memberikan keuntungan yang sangat besar. Namun kadangkala berinvestasi di bisnis properti dapat menjadi sebuah boomerang yang dapat mengakibatkan kerugian dan bahkan kebangkrutan. Memang pada dasarnya orang membeli properti untuk investasi karena melihat peluang harga sebuah properti yang akan selalu mengalami peningkatan dalam jangka panjang. Hal tersebutlah yang menyebabkan semakin banyaknya orang mebeli properti untuk investasi jangka panjang yang menguntungkan.

 

Mungkin di antara anda ada yang berminat atau ingin memulai membeli properti untuk investasi jangka panjang. Sebelum anda benar-benar melakukan hal tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kedepannya investasi yang anda lakukan tidak menimbulkan kerugian. Untuk itu pada kesempatan kali ini saya ingin memberikan informasi menarik tentang tips membeli properti untuk investasi. Silahkan disimak tips dari saya berikut ini karena akan sangat membantu anda dalam membeli properti untuk investasi jangka panjang.

     Tips Membeli Properti Untuk Investasi

Sebelum saya menjelaskan tips membeli properti untuk investasi ada beberapa hal yang pelu anda perhatikan yakni anda akan membeli sebuah properti untuk investasi yang tentu saja akan anda jual atau sewakan kembali dan tidak untuk ditempati jadi fokuskan pikiran pada keuntungan yang akan anda peroleh kedepannya dan bukan membeli karena selera. Baiklah langsung saja kita bahas tipsnya sebagai berikut ini :

1. Lokasi

Lokasi dari properti yang akan anda beli untuk investasi akan sangat penting untuk mendapatkan keuntungan. Pilihlah lokasi properti yang strategis contohnya properti tersebut memiliki akses jalan yang dilalui transportasi umum serta dekat dengan fasilitas umum seperti Sekolah, Rumah Sakit, Pusat Perbelanjaan, dan lain-lain. Selain itu perhatikan juga daerah sekitarnya apakah kedepannya akan mengalami kemajuan seperti misal akan dibangun sesuatu yang akan menarik minat masyarakat. Perhatikan juga akses jalan menuju ke tempat tersebut, usahakan mencari properti yang mudah dijangkau lokasinya.

 

2. Fasilitas

Fasilitas akan menjadi daya tarik utama seorang pembeli jadi pastikan cari tau fasiltas apa saja yang ada disana serta bagaimana pemeliharaan fasilitas tersebut. Jadi nanti anda bisa memastikan kedepannya fasilitas yang ada tidak akan pernah mengalami penurunan layanan akibat tidak adanya pemeliharaan yang berkesinambungan dari pihak Pengembang Properti tersebut.

 

3. Harga & Pembayaran

Harga sebuah properti tentu yang menjadi pertimbangan anda untuk membelinya. Carilah harga properti yang sesuai dengan keuangan anda, jangan memaksakan membeli properti yang harganya di luar batas kemampuan anda karena ini sangat riskan kedepannya dan dapat menyebabkan kegagalan investasi yang anda lakukan. Rencanakan juga bagaimana cara anda membayar properti yang akan dibeli untuk investasi apakah dengan cara Cash atau pun Kredit. Jika anda memiliki dana yang lebih ada baiknya membeli secara cash tapi jika dana yang anda miliki pas-pasan bisa memilih membayar dengan cara kredit. Usahakan menghindari membeli menggunkan dana KPR karena bunga KPR bisa menjadi malapetaka jika anda tidak mampu membayar angsurannya secara tepat waktu. Kalau bisa usahakan membayar secara kredit langsung kepada penjual atau pengembang properti tersebut.

 

4. Pengembang

Pengembang disini tentu saja si penjual properti yang akan anda beli. Carilah properti dari pengembang yang terpercaya dan sudah memiliki nama baik di bidang bisnis properti. Cari tau dari mana asal dana pengembang tersebut apakah dari modal sendiri atau pinjaman Bank. Usahakan mencari pengembang yang menggunakan modal sendiri karena resiko properti disita lebih kecil. Perhatikan juga penawaran yang diberikan oleh pihak pengembang, lakukanlah negosiasi yang dapat memberikan anda penurunan harga atau kemudahan dalam pembayarannya.

 

Bagikan informasi tentang Tips Penting kepada teman atau kerabat Anda.

Belum ada komentar

Mungkin Anda tertarik dengan properti berikut ini:

Dijual - Rumah di Kelapa Gadin...

di Properti Rumah
Rp 1.950.000.000 Nego

Disewakan - Ruko Mendrisio Gad...

di Properti Ruko
Rp 70.000.000 Nego

Dijual - Rumah kontrakan di da...

di Properti Properti Komersial
Rp 4.500.000.000 Nego

Dijual - Rumah di Les Belles M...

di Properti Rumah
Rp 3.500.000.000 Nego

Dijual - Rumah Villa di Bandun...

di Properti Properti Komersial
Rp 2.700.000.000 Nego

Dijual Klinik beserta isi dan ...

di Featured Properti Properti Komersial Terlaris
Rp 8.500.000.000 Nego

Alamat Kantor

Jakarta

Email :

kandebcom@gmail.com

SIDEBAR
Jual beli rumah jadi mudah & cepat. Hubungi kami!