Tips Aman Sebelum Mengajukan Pinjaman Dana Non Bank

pinjaman dana non bank

Bagi masyarakat, pinjaman dana non bank adalah penyelamat keuangan saat darurat. Dengan adanya pinjaman tersebut sangat membantu, apalagi ketika sedang benar-benar membutuhkan dana dalam waktu yang cepat.

Ada beberapa jenis pinjaman dana non bank yang sering kita jumpai saat ini, terutama pinjaman berbasis teknologi atau pinjaman fintech.

Maraknya fintech di masyarakat ini dikarenakan penawaran kemudahannya, sehingga membuat banyak orang tertarik memanfaatkan pinjaman ini.

Tapi sayangnya, ada banyak pemberitaan negatif mengenai pinjaman non bank yang ilegal, hingga memakan banyak sekali korban.

Ada beberapa kasus terkait fintech ini, diantaranya bunga yang terlalu besar, masalah penipuan, bahkan penagihan yang terkesan tidak manusiawi atau cenderung mengintimidasi. Oleh karena itu, penting sekali untuk tetap berhati-hati saat melakukan pinjaman non bank seperti ini.

Tips Aman Sebelum Mengajukan Pinjaman Dana Non Bank

Lantas, bagaimana cara aman saat mengajukan pinjaman dana non bank? Langkah pertama yang harus anda lakukan ialah mencari perusahaan pinjaman yang sudah terdaftar dalam lembaga OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Selain itu, ada beberapa tips aman lainnya yang perlu diperhatikan saat meminjam dana di lembaga fintech, berikut:

  1. Menghindari Penipuan

Jika anda ingin mengecek lembaga pembiayaan non bank tanpa agunan yang terdaftar dalam OJK, silahkan cek selengkapnya di web resmi OJK.

Anda akan mendapatkan informasi mengenai apa saja lembaga fintech yang aman dan legal di bawah pengawasan OJK. Jika ternyata, lembaga pinjaman yang dimaksud belum terdaftar OJK, sebaiknya tinggalkan.

  1. Kreditur Terkesan Memaksa

Kreditur sebagai pemberi pinjaman biasanya lebih antusias dibandingkan peminjam itu sendiri. Biasanya mereka terkesan memaksa agar si peminjam tertarik untuk meminjam dana ke perusahaan mereka.

Akan tetapi, ada pula yang selalu berusaha untuk bersikap sewajarnya saat peminjam atau debitur menanyakan beberapa informasi.

Barulah saat follow up, biasanya mereka langsung mengeluarkan rayuan untuk mengajak debitur meminjam dana dengan iming-iming fasilitas, layanan dan bonus yang tidak masuk akal. Sebaiknya, hati-hati untuk model kreditur seperti ini.

  1. Persyaratan Cenderung Terlalu Mudah

Persyaratan untuk mengajukan pinjaman di perusahaan pembiayaan tanpa jaminan seperti fintech,memang lebih mudah dibandingkan pinjaman secara konvensional.

Biasanya oknum yang tertarik menipu akan mengabaikan riwayat kredit sang penerima pinjaman, agar terkesan lebih mudah prosesnya.

Padahal seharusnya, track record atau histori kredit memiliki peranan penting yang dapat membantu pihak kreditur untuk mengecek apakah calon peminjam layak untuk mendapatkan pinjaman dana ataukah tidak.

  1. Ketidakjelasan Informasi

Sebelum anda mengajukan pinjaman dana non bank, sebaiknya perhatikan informasi pada laman perusahaan fintech tersebut.

Jika menemukan ada informasi yang kurang atau bahkan tidak jelas, sebaiknya patut dicurigai. Cek apakah ada beberapa hal yang dirasa mencurigakan.

Jika di dalam halaman web perusahaan dicantumkan akun email perusahaan, cek apakah email tersebut resmi merupakan email perusahaan.

Apabila memakai email pribadi, sebaiknya anda harus curiga. Sebaiknya lakukan pengecekan juga terkait alamat kantor yang tertera di situs web resminya.

  1. Meminta Data Pribadi Berlebihan

Anda harus waspada apabila ada perusahaan pinjaman yang menanyakan beberapa data pribadi yang seharusnya bersifat rahasia, seperti password atau pin rekening bank.

Sementara untuk informasi-informasi seperti nomor KTP, nama, alamat email, serta nomor telepon masih cenderung aman.

  1. Meminta DP atau Uang Muka

Saat mengajukan pinjaman dana umumnya nasabah dimintai biaya untuk administrasi dengan nominal yang tidak besar.

Akan tetapi, jika ada perusahaan yang justru meminta dana dalam jumlah yang besar, misalnya di atas Rp. 1 juta, sebaiknya waspada.

Selain itu, mereka biasanya beralasan mempermudah proses administrasi pinjaman. Padahal justru hal tersebut termasuk salah satu motif penipuan.

  1. Mengenali Jenis-Jenis Fintech

Anda harus tahu bahwa ada beberapa jenis fintech lainnya yang juga termasuk lembaga pinjaman dana non bank tanpa jaminan, diantaranya:

  • Risk and Investment Management

Jenis fintech seperti ini yaitu sebuah perusahaan perencana finansial berbentuk digital. Melalui fintech ini, anda cukup membuka aplikasi lewat perangkat hp dengan mengisi data diri agar bisa menikmati layanannya.

  • P2P Lending dan Crowdfunding

Crowdfunding merupakan tempat yang memungkinkan anda untuk menggalang dana dengan berbagai tujuan, seperti menyumbang dana kepada korban bencana alam. Sedangkan untuk sejenis P2P Lending ialah platform yang biasanya mempertemukan antara peminjam (debitur) dengan pemberi pinjaman (kreditur).

  • Aplikasi Fintech

Jenis fintech ini termasuk aplikasi lembaga pinjaman online kepada pengguna. Anda dapat melakukan pinjaman tanpa agunan dengan hanya memberikan data-data KTP atau lainnya. Untuk persyaratannya sebenarnya sangat cepat dan mudah.

  • Payment, Clearing and Settlement

Jenis fintech ini dapat mempermudah pembayaran online. Diantaranya seperti penggunaan e-wallet atau dompet elektronik, serta payment gateway. Melalui jenis fintech ini, maka masyarakat menjadi sangat terbantu untuk urusan pembayaran.

Setelah memilih lembaga pinjaman yang tepat, tentu saja tugas anda sekarang melunasinya. Bagaimana, cara agar pinjaman dana non bank bisa cepat lunas?

Tips Agar Pinjaman Cepat Lunas

Supaya anda tetap dapat melakukan manajemen keuangan dengan baik, pastikan untuk melunasi pinjaman dengan cepat.

Ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk melunasi cicilan pinjaman, diantaranya:

  1. Catat dan Hitung Nominal Hutang

Dengan mencatat nominal hutang, dapat membuat anda selalu ingat dengan hutang yang dimiliki. Silahkan catat juga jatuh tempo berikut denda atas keterlambatan.

Hal ini bisa membantu anda lebih disiplin melakukan pembayaran sekaligus menghindari keterlambatan.

  1. Merencanakan Pelunasan

Untuk merencanakan pelunasan, dapat dilakukan dengan cara menghitung besarnya pengeluaran dan penghasilan yang didapat setiap bulan.

Oleh sebab itu, sebelum anda mengajukan pinjaman, pastikan untuk menghitung kemampuan pembayaran angsuran. Jika perlu, lunasi pinjaman dalam waktu cepat walaupun belum memasuki jatuh tempo.

  1. Hindari Keterlambatan

Selain dapat mengurangi beban anda, juga dapat menghindari adanya denda keterlambatan. Sebab pada platform pinjaman, biasanya mereka akan memberikan denda apabila terjadi keterlambatan. Tentu saja, hal tersebut bisa memberatkan karena memiliki jumlah bunga sangat besar.

  1. Menyisihkan Dana Untuk Membayar Cicilan

Dari penghasilan dan hasil usaha, sebaiknya sisihkan untuk pembayaran angsuran setiap minggu atau harinya. Melalui cara ini, membuat anda tidak kesulitan lagi saat mendekati jatuh tempo.

Jika anda ingin mendapatkan dana pinjaman non bank cepat cair tapi aman, anda bisa mencoba ajukan pinjaman dengan gadai bpkb mobil di situs kandeb.com

Jangan khawatir, karena kandeb.com telah bekerjasama dengan perusahaan leasing resmi yang sudah terdaftar resmi di OJK. Anda hanya perlu menggadaikan BPKB mobil secara online dengan proses yang mudah.

Ada banyak kemudahan yang ditawarkan oleh kandeb.com, salah satunya adalah anda tidak perlu memusingkan BI checking.

Sehingga dana pinjaman menjadi cepat cair, karena tidak perlu menunggu status BI checking. Menariknya lagi, total keseluruhan cabang seluruh mitra kandeb.com mencapai ribuan cabang.

Untuk menggadaikan BPKB mobil di tempat kami, anda hanya perlu melakukan chat dengan klik nomor WhatsApp yang ada di situs agar terhubung langsung ke customer service.

Menariknya lagi, web yang disajikan sangat user friendly, sehingga sangat cocok bagi anda yang baru pertama kali mengaksesnya.

WhatsApp Chat Only